<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1500">
<titleInfo>
<title>akumulasi amonia di sekitar perairan pelabuhan gresik, jawa timur</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rahyono</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mahmiah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asih Lestari Nugraha</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii, 100 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian mengenai cemaran amonia di sekitar perairan Pelabuhan Gresik penting dilakukan sebab wilayah perairan Gresik rentan terpapar amonia yang berasal dari limbah domestik, limbah industri, dan limbah kapal. Sampel air laut diambil dari 4 stasiun yang terletak dekat dengan pemukiman penduduk, pelabuhan, kawasan industri, dan laut lepas di wilayah perairan Pelabuhan Gresik. Derajat keasaman (pH) dan oksigen terlarut (DO) digunakan sebagai parameter kimia, arus permukaan digunakan sebagai parameter fisika. Hasil pengukuran amonia dengan spektrofometri UV-Vis menghasilkan data konsentrasi amonia rata-rata pada stasiun 1 sebesar 0,071 mg/L, stasiun 2 sebesar 0,056 mg/L, stasiun 3 sebesar 0,124 mg/L, dan stasiun 4 sebesar 0,067 mg/L. Kenaikan amonia terjadi seiring dengan kenaikan nilai pH, namun tidak berpengaruh terhadap konsentrasi oksigen terlarut. Akumulasi amonia tertinggi berada pada stasiun 3 karena stasiun ini berada pada lokasi semi tertutup dengan kecepatan arus yang relatif kecil. Akumulasi amonia terendah berada pada stasiun 2 karena stasiun ini berada pada lokasi yang terbuka dengan kecepatan arus yang relatif besar. Berdasarkan perbandingan terhadap nilai ambang batas (NAB) dan perhitungan indeks pencemaran (IP), perairan di sekitar Pelabuhan Gresik dinyatakan belum tercemar amonia.</note>
<subject authority=""><topic>spektrofotometri UV-Vis</topic></subject>
<subject authority=""><topic>amonia</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Pelabuhan Gresik</topic></subject>
<subject authority=""><topic>oksigen terlarut</topic></subject>
<subject authority=""><topic>pH</topic></subject>
<subject authority=""><topic>arus permukaan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>624.16.11 Asi a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200252016</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>624.16.11 Asi a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1500</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-07 12:13:07</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-07 12:13:39</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>