<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1824">
<titleInfo>
<title>analisa teknis modifikasi daun kemudi pelat tunggal menjadi daun kemudi pelat ekor ikan pada kapal ikan tunda kus 03 dengan pendekatan computational fluid dynamics (CFD)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arief Nur Khoimam</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arif Winarno, S.T., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv, 99 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam merancang sebuah kapal perlu memperhatikan peraturan-peraturan yang  ada  baik  nasional  maupun  internasional.  Salah  satunya  adalah peraturan  IMO  (International  Maritime  Organization)  “Standards  For Ship  Maneuverability”.  Maneuverability  kapal  merupakan  hal  penting karena  menentukan  keselamatan  kapal  yang  berlayar  di  laut,  terutama  di daerah  yang sempit seperti pelabuhan.  Ditinjau dari distribusi aliran yang ada di daerah sekitar piringan baling-baling dan distribusi kecepatan aliran di  belakang  baling-baling,  bahwa  kecepatan  aliran  air  pada  daerah  atas (puncak) baling-baling adalah yang paling besar dan akan menurun secara gradual  mendekati  nol  pada  bos  baling-baling,  kemudian  secara  gradual kembali membesar kearah bawah baling-baling sampai kecepatan aliranya mendekati  kecepatan  kapal.  Dengan  melihat  bentuk  distribusi  axial  yang menyerupai  ekor  ikan  (kecil  pada  pusatnya  dan  membesar  pada  kedua ujungnya), sehingga dibuatlah suatu bentuk kemudi yang menyerupai ekor ikan yang diharapkan mampu  memanfaatkan aliran air secara efektif dan optimal  untuk  mendapatkan  olah  gerak  kapal  yang  lebih  baik  bila  di bandingkan dengan bentuk kemudi yang sudah ada. Analisa ini dilakukan dengan bantuan  software Ansys CFD, dengan memodelkan tiga jenis daun kemudi, yaitu daun kemudi pelat tipe ekor ikan  lunate, daun kemudi pelat tipe ekor ikan  forked  dan daun kemudi pelat tunggal.  Hasil penelitian ini menunjukkan  pada  daun  kemudi  pelat  ekor  ikan  lunate  (model  3)  gaya gesek yang dihasilkan sebesar  24,35 N atau  sebesar 1,8 %, tekanan  pada daun kemudi sebesar  2,805 Pa atau  24,77%, kecepatan aliran sebesar 7,94 m/s  atau  1,5%,  periode  sirkulasi  kapal  24,6  detik  sedangkan  kecepatan relatif kapal 9,55 m/s.</note>
<subject authority=""><topic>Tipe ekor ikan</topic></subject>
<subject authority=""><topic>kemudi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>CFD</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Tipe pelat tunggal</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>622.16.11 Ari a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200612016</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>622.16.11 Ari a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1824</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-09-08 14:01:20</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-09-08 14:02:00</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>