<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2133">
<titleInfo>
<title>impregnasi tallow dan wax  denngan butil hidroksitoluena (BHT) sebagai penghambat pembekuan pada kayu bungur (Lagerstroema speciosa pers) untuk bantalan poros baling-baling sebagai alternatif pengganti kayu pokhout</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dwisetiono, S.T., M.MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rio Okta Verdianto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xix, 109 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Bantalan poros propeller kapal adalah suatu elemen yang memiliki kemampuan untuk menumpu poros yang berbeban, sehingga putaran dan gerak bolak baliknya dapat bekerja secara halus, aman dan panjang umur. Bantalan yang  menumpu poros baling-baling haruslah  kokoh dan  kuat untuk membuat poros baling-baling serta elemen mesin pendukung lainnya bekerja dengan baik. Diasumsikan masih  banyak kapal ikan yang menggunakan kayu pokhout sebagai bantalan poros propeller yang sekarang mulai langkah dipasaran, sedangkan di Indonesia terdapat beberapa pengganti bantalan poros propeller yang terbuat dari kayu pokhout, seperti kayu nangka, kayu sawo, dan kayu bungur (Anonymus, 1976). Beberapa macam kayu tersebut dapat digunakan sebagai pengganti bantalan poros berbahan kayu pokhout. Pada penelitian kali ini, akan dilakukan pengujian impregnasi pada kayu bungur untuk mengetahui karakteristik fisik, mekanik dan kandungan impregnant yang masuk. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah kayu bungur layak dipakai sebagai bahan pengganti alternatif untuk bantalan poros propeller berbahan kayu pokhout yang saat ini sudah sangat sulit didapatkan dan langkah. Untuk mendapatkan kayu pokhout harus membeli secara import terlebih dahulu dikarenakan kayu pokhout tidak tumbuh di Indonesia. Dari pengujian dan analisa yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu karakteristk teknis kayu bungur hasil impregnasi didapatkan persentase kekuatan mencapai 84,78%, hasil impregnasi didapatkan persentase mencapai 14,11%. Dari hasil pengujian yang telah disebutkan, dapat disumpulkan bahwa kayu bungur dapat digunakan sebagai bantalan poros propeller pengganti alternatif untuk kayu pokhout.</note>
<subject authority=""><topic>Kayu bungur</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kayu pokhout</topic></subject>
<subject authority=""><topic>poros propeller</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>622.17.11 Rio i</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200732017</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>622.17.11 Rio i</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2133</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-09-26 14:08:34</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-09-26 14:09:07</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>