<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2305">
<titleInfo>
<title>analisa teknis dan ekonomis penggunaan ice gell sebagai pendingin ikan pada ruang muat KM Balunda</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Urip Prayogi, S.T., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Auwala Yunian Yaki</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi, 64 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Penanganan ikan segar sangat memegang peranan penting dalam proses produksi perikanan tangkap. Karena tujuannya adalah untuk mengusahakan agar kesegaran ikan setelah ditangkap dapat dipertahankan sampai berada di tangan konsumen. Akan tetapi, penanganan ikan di KM Balunda dilakukan secara tradisional mengingat terbatasnya fasilitas yang ada.  Para nelayan didaerah lamongan umumnya menggunakan pendingin dengan menggunakan es batu, hal tersebut dapat mengakibatkan tekstur ikan menjadi lembek akibat air yang berasal dari es, salah satu inovasinya yaitu penggunaan  ice gell  merupakan salah satu alternatif bahan  pendingin. Kelebihan ice gell  adalah tetap kering atau tidak terkondensasi ketika suhu dingin mulai berkurang. Percobaan ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu dengan beban dan tanpa beban dengan menggunakan coolbox  yang terbuat dari kayu berlapis fiber. Dari hasil percobaan ini didapatkan titik beku ice gell sebesar maksimal -120C dan mampu menjaga badan kan pada suhu -20C, dibandingkan es basah yang hanya mampu mendapatkan titik beku sebesar -10C dan menjaga suhu ikan 30C, serta biaya operasional penggunakan ice gell hanya membutuhkan 58% dari biaya operasional saat menggunakanes basah selama 3 tahun.</note>
<subject authority=""><topic>Kapal ikan tradisional</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Ice gell</topic></subject>
<subject authority=""><topic>coolbox</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>622.18.14 Auw a</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200512018</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>622.18.14 Auw a</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2305</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-14 10:30:58</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-14 10:31:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>