<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2690">
<titleInfo>
<title>pengaruh suhu dan konsentrasi propolis yang berbeda terhadap rasio jantan dan betina serta kelangsungan hidup ikan nila merah (Oreochromis sp.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Ir. Ninis Trisyani, M.P.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fernandes Kambu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Ir. Is Yuniar, M.Si.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xi, 56 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Ikan nila merah (Oreochromis sp.) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar unggulan dan bernilai ekonomis penting. Dalam pertumbuhannya ikan nila jantan memiliki rata-rata pertumbuhan yang relatif cepat dibandingkan ikan nila betina. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan teknologi jantanisasi. Teknik yang umum dilakukan adalah sex reversal dengan menggunakan hormon pemicu. Propolis adalah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk pengarahan jenis kelamin pada ikan. Proses pengarahan jenis kelamin ikan dapat juga dilakukan dengan manipulasi suhu lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan konsentrasi propolis yang berbeda terhadap rasio jantan dan betina dan mengetahui berapa suhu dan konsentrasi propolis terbaik yang mempengaruhi rasio jantan dan betina serta kelangsungan hidup ikan nila merah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL Faktorial dengan 2 taraf perlakuan suhu dan 3 taraf perlakuan konsentrasi propolis. Hasil analisa keragaman menunjukkan bahwa suhu dan konsentrasi propolis yang digunakan pada penelitian ini tidak berpengaruh nyata terhadap jenis kelamin jantan ikan nila merah (Oreochromis sp.) yang dihasilkan. Persentase jenis kelamin jantan tertinggi diperoleh pada interaksi suhu 30 ⁰C dan konsentrasi propolis 0,075 ml/liter sebesar 92,32 % namun tidak berbeda nyata dengan kontrol yaitu sebesar 91,55 %. Perlakuan suhu dan konsentrasi propolis yang berbeda juga tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan nila merah. Kualitas air pada saat penelitian masih dalam kisaran toleransi hidup bagi ikan nila merah.</note>
<subject authority=""><topic>Sex reversal</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Ikan nila merah</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Suhu</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Propolis</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>625.19.14 Fer p</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0201172019</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>625.19.14 Fer p</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>2690</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-10 08:57:06</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-10 08:57:56</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>