<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3404">
<titleInfo>
<title>kuat bending material komposit aspal berpenguat anyaman bambu apus (Gigantochloa apus) sebagai bahan pembuatan kapal kecil</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Ir. A. Basuki Widodo, M.Sc.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Eko Susanto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xii, 81 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Bambu umumnya banyak dimanfaatkan sebagai material atau bahan konstruksi pada rumah. Namun penggunaan bambu sebagai bahan baku pembuatan kapal belum tersedia. Untuk menjadikan bambu sebagai material dalam pembuatan kapal, bambu tersebut dirakit atau dijadikan sebuah komposit supaya memenuhi standar class sebagai material untuk pembangunan kapal. Dalam penelitian ini komposit yang digunakan adalah anyaman serat bambu apus dan aspal. Metode pembuatan kompositnya menggunakan metode hand lay up dengan varian 1 lapis penguat, 3 lapis penguat, dan 5 lapis penguat. Dimensi ukuran spesimen uji mengacu pada standart ASTM D790-3 yang kemudian dilakukan Bending test untuk mengetahui kekuatan material akibat pembebanan serta kekenyalan/ elastisitas dari material tersebut. Selanjutnya hasil uji bending akan dianalisa menggunakan metode Annova untuk mengetahui pengaruh pada kelompok variannya. Hasil dari penelitian ini yaitu material komposit aspal dengan anyaman serat bambu apus memiliki nilai uji bending tertinggi sebesar 27.068 Mpa dan memiliki nilai uji bending terendah sebesar 25.998 Mpa. Berdasarkan hasil tersebut menyatakan bahwa material Bamboo reinforced asphalt (BRA) belum mampu menandingi bahkan melebihi material Bamboo reinforced plastik (BRP) pada varian anyaman, tidak dianyam dan serat acak. Hal itu dipengaruhi oleh bentuk, diameter, dan kekuatan ikatan antara serat dan matriks.</note>
<subject authority=""><topic>Aspal</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Komposit</topic></subject>
<subject authority=""><topic>bambu</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Bending test</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>621.22.18 Eko k</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200702022</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>621.22.18 Eko k</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3404</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 09:50:51</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-27 09:51:25</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>